::..SELAMAT DATANG TINGGALKAN KOMENTAR YA..::

Biografi Killing Me Inside

6 April 2011

| 0 komentar

Band Killing Me Inside (Killms) adalah band bergenre Modern Rock / Emo yang dibentuk pada awal tahun 2006 dengan personilnya, yaitu : Sansan sebagai vokalis, Raka dan Josaphat sebagai gitaris, Onadio sebagai bassis dan Rendy pada drum. Pada pertengahan ’08, Raka (gitaris) Killing Me Inside terpaksa mengundurkan diri untuk bergabung dengan band lain (Vierra) karena beberapa alasan.
“Gue harus mengundurkan diri dari band ini (Killms) karena adanya bentrok antara 2 band yaitu Killing Me Inside dan Vierra. Kedua band ini akan menjalankan kontrak dimana suatu pihak tidak membolehkan playernya untuk mempunyai lebih dari 1 band. Saat ini gue berada di posisi yang bagi gue hasil akhirnya sama skali bukan apa yang gua inginkan, dimana gue diharuskan untuk memilih Vierra yang disebabkan oleh “suatu faktor keluarga” yang sama sekali gak bisa gue tolak,” kata Raka seperti yang dituliskan di Blog Myspace Killms.
Kemudian pada tahun itu, memasuki 2009, setelah beberapa kali manggung dan melakukan tour, Sansan (Vokalis) dan Rendy (Drum) meninggalkan band dan juga karena beberapa alasan. Sansan sebagai vokalis keluar karena memang pilihannya dia sendiri untuk keluar (sekarang ada di Pee Wee Gaskins) dan Rendy sebagai Drummer mengundurkan diri karena sibuk untuk rencana jangka panjangnya demi masa depan.
Formasi terbaru Killms adalah sebagai berikut: Onadio sebagai vokalis, Josaphat pada gitar, Agung pada bass dan Davi untuk menggantikan Rendy pada drum. Band ini sudah mempunyai satu album yaitu “A Fresh Start For Something New” yang hitsnya lagunya yaitu “The Tormented”.
Alamat Akun Killing Me Inside

biografi Secondhand Serenade

| 0 komentar

Siapa yang menyangka solo project yang dibangun oleh John Joseph Vesely pada tahun 2004 di California sekarang mulai menjelajah dunia? Secondhand Serenade mungkin masih asing di telinga kalangan dewasa, tapi untuk kalangan remaja Secondhand Serenade bagaikan soundtrack wajib kondisi percintaan mereka. Bukan bermaksud berlebihan tapi memang tema cinta adalah hal yang menonjol dari band yang dikomandoi John Vesely tersebut.

John Vesely dengan proyek Secondhand Serenade-nya mulai menebarkan musik yang diusungnya ke seluruh dunia melalui MySpace, beberapa album di awal karirnya direkam dengan format akustik dan baru pada tahun 2008 lewat album “A Twist in My Story” Vesely mulai merekam lagu-lagunya dalam format full band. Dengan album terakhirnya yang direlease di banyak negara di dunia, Secondhand Serenade mulai memperluas lagi pendengarnya dan ternyata ramuan cinta dalam lagunya masih dapat meraup banyak pendengar.


Biografi Band Dewa 19

| 0 komentar
Empat siswa SMPN 6 Surabaya yang mulai merenda mimpi Z- mimpi indah berempat : Dhani Manaf [Keyboard, Vokal], Erwin Prasetya [Bass], Wawan Juniarso [Drum], dan Andra Junaidi [Gitar]. Waktu itu kegilaan mereka pada musik sudah terlihat. Tidak jarang masing - masing terpaksa bolos sekolah, sekedar untuk bisa ngumpul dan genjrang - genjreng memainkan alat musik. Rumah Wawan di jalan Darmawangsa Dalam Selatan No. 7, yang terletak di salah satu sudut komplek Universitas Airlangga, menjadi markas mereka karena disana terdapat seperangkat alat musik walaupun seadanya namun Dewa bisa berlatih sepuasnya.
Yang membedakan Dewa dengan grup Surabaya lainnya ketika itu adalah warna musik yang mereka mainkan. Kalau grup lain gemar membawakan aliran heavy metal milik Judas Priest atau Iron Maiden, Dewa muncul dengan lagu - lagu milik Toto yang lebih ngepop. Hanya semuanya berubah ketika Erwin yang doyan jazz mulai memperkenalkan musik fudion dari Casiopea. Andra dan Dhani yang semula manteng di jalur rock, akhirnya ikutan juga. Format musik Dewa pun perlahan - lahan bergeser, bahkan mereka bukan cuma memainkan lagu - lagu Casiopea, tapi juga karya dari musisi jazz beken lainnya seperti Chick Corea atau Uzeb. Dhani, Erwin, dan Andra lantas berangan - angan ingin seperti Krakatau atau Karimata, dua kelompok jazz yang lagi kondang saat itu.
Ini membuat Wawan murung, penggemar berat musik rock ini merasa warna Dewa sudah keluar jalur. Akhirnya Wawan memutuskan keluar pada tahun 1988 dan bergabung dengan Outsider yang antara lain beranggotakan Ari Lasso. Setahun kemudian menyeberang ke Pythagoras. Posisi Wawan di Dewa lantas digantikan kakak kelasnya, Salman.

Arti Simbol Band Dewa 19

| 0 komentar
Apabila ditelusuri lebih mendalam ternyata Semua Album Dewa 19 mengandung
simbol-simbol yang tanpa kita sadari sungguh mengagetkan.
Siapakah sebenarnya 
DEWA 19 dan apa maksud dan tujuan dari semua ini.
secara pribadi jujur saya sangat kaget setelah membaca salah satu artikel pada Majalah Saksi Edisi Mei 2005 yang mengupas tentang Arti Simbol Album Band 
Dewa 19yang identik dengan pentolannya, Ahmad Dhani.
wallahu'alam
namun apapun itu secara musikalitas DEWA 19 adalah salah satu band hebat Indonesia yang berasal dari kota yang sama dengan saya, Surabaya.

Album DEWA 19 (1992)
Di cover depannya ada gambar piramid yang atasnya disamarkan, tapi jika diperbesar akan tampak ada sesuatu di puncaknya. Ini mirip dengan lambang gerakan rahasia Zionisme (Iluminati). Bandingkan dengan gambar piramid Yahudi yang terdapat dalam lembaran One Dollar AS.
Album TERBAIK-TERBAIK (1995)
Terpampang simbol Dewa RA (Dewa Matahari Dalam Mitologi Mesir Kuno). Dewa Ra diklaim Yahudi sebagai salah satu dewa mereka. Di Sinagog lambang ini lazim dipajang. Selain itu, dalam album yang sama ada pula gambar satu halaman Protocol of Zions dalam bahasa Ibrani. Ridwan Saidi (pakar Zionisme) yang menguasai bahasa Ibrani menegaskan, "ini jelas diambil dari satu gambar Protocol of Zions, karena diatas lembaran itu ada judul dan logo. ini tidak ada dalam Taurat ataupun Talmud". Lalu ada simbol lingkaran dengan titik di tengahnya, dimana personil Dewa berdiri dibawahnya. Simbol ini lazim dikenal sebagai simbol Mata Setan yang menguasai dunia (evil eye), sebuah simbol Yahudi. Di bagian lain dalam album yang sama, simbol mata setan juga dimuat.

Biografi The Rollies

| 0 komentar
The Rollies
Grup kebanggan kota kembang Bandung yang terdengar pada tahun 1967 hingga awal 1990an ini terdiri dari Bangun Sugito (vokal), Utje F. Tekol (bas), Jimmy Manoppo (drum), Benny Likumahuwa (trombon), Delly Joko Arifin (keyboards/vokal), Bonny Nurdaya (gitar) dan Teungku Zulian Iskandar (saksofon).
dan beberapa nama musisi yang pernah mengisi setelah itu seperti Deddy Stanzah, Didit Maruto, Marwan dan Iwan Krisnawan.
Otak dari Rollies sebenarnya adalah Deddy Sutansa (kemudian menjadi Stanzah). Seorang pemetik gitar, bas, dan juga penyanyi yang karismatis pada zamannya. Dalam sebuah penampilannya di Teater Terbuka Taman Ismail Marzuki, Deddy tampil sendirian dan hanya gitar menemaninya. Begitu dia terdengar langkahnya di panggung yang masih gelap, penonton sudah bersorak menyambut.
Utje F Tekol yang kemudian menggantikannya sebagai pemetik gitar bas mengakui sempat tidak percaya bahwa dia bisa mengambil posisi Deddy di Rollies pada tahun 1974. Menurut Utje, yang sekarang berusia 54 tahun, sebelum bergabung dia memang penggemar fanatik Rollies dan pengagum Deddy Stanzah. 
Kelahiran Rollies diawali ketika Deddy bertemu dengan Iwan Krisnawan dan Tengku Zulian Iskandar dari grup Delimars serta Delly Djoko Alipin dari grup Genta Istana. Deddy mengajak mereka bergabung dalam sebuah grup yang diberi nama Rollies pada bulan April 1967. Orangtua Deddy yang pengusaha hotel menjadi penyandang dana dan menyediakan semua peralatan musik yang diperlukan.

Grunge Is Soul

| 0 komentar
Suatu genre musik pastilah terpengaruh oleh gaya hidup yang dianut, seperti dalam kehidupan kita sehari-hari. Begitu pula Musik Grunge yang sangat dipengaruhi oleh gaya hidup NgeGrunge itu sendiri. bagaimana gaya hidup musik Grunge yang sebenarnya?
banyak pengamat musik dan kritikus dari barat yang beranggapan bahwa gaya hidup Grunge yang asli gaya hidup yang erat kaitannya dengan sampah. Mereka makan sehari-harinya dari sampah yang dipungut dan dari koin recehan yang dilempar orang, hidup dari tunjangan sosial pemerintah, tidur mabuk di trotoar atau di bangku-bangku taman, sekali-kali ngompas dan melakukan tindak kriminal dan banyak hal lain yang kurang pantas untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Itulah mengapa para musisi pengusung musik Grunge menolak dengan tegas apabila mereka dijuluki musisi Grunge!
seperti Sound Garden dan Alice in Chains. Mereka lebih bangga disebut musisi Hard Rock, itu mereka buktikan dengan album kompilasi mereka dalam HardRock Compilations#1.
SilverChair dan Pearl Jam lebih bangga jika disebut musisi Alternatif / modern Rock. Hal ini dibuktikan dengan pendapat dari vokalis dan gitaris SilverChair Daniel John yang mengatakan dirinya sangat menyukai musik Grunge tetapi menolak dengan keras jika disebut musisi Grunge. Dia menolak karena mereka mempunyai fasilitas, mereka kuliah,hidup layak dan kemana-mana naik mobil.

5 Fakta Musik Indonesia

| 0 komentar

Benarkah Musik Indonesia Sekarang Ini Benar-Benar Membosankan? – Mungkin sebagian dari anda yang mengklaim diri sebagai Music Lover merasa ada yang telah berubah dalam hiruk-pikuk musik Indonesia sekarang ini. Membosankan! Saya sendiri merasa seperti itu. Dan tulisan yang saya ambil dari uniqpost.com berikut membuat kesan yang membosankan dalam kepala saya itu semakin kuat.
Berikut ini merupakan fakta-fakta yang terjadi di sekitar kita, yang mengakibatkan dunia musik Indonesia menjadi membosankan, antara lain :


1.Plagiat
Plagiarisme adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.
Di Indonesia sendiri banyak plagiator-plagiator yang tidak mengakui bahwa dirinya plagiat (meskipun banyak juga yang tidak plagiat, namun pamor mereka kalah oleh yang plagiat), baik itu penyanyi solo, group band, pengarang lagu dan banyak lagi. Mereka beralasan, hanya dipengaruhi oleh aliran/genre musiknya saja, dan itu sudah menjadi satu senjata andalan bagi mereka untuk beralasan. Dan ketika salah satu penyanyi solo atau group band sukses dengan ke-plagiator-annya, maka yang lain sepertinya berlomba-lomba untuk mengikuti jejak plagiator sukses tersebut. Dan akhirnya, semakin membosankan musik Indonesia. –

  • Web
  • Pecinta Musik
  • Followers

    Jam

    You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

    Live Traffic Feed

    free counters

    Tukeran Link

    Killjoy